Menu

Minta Tolong Satpam saat Dibegal, Tapi Satpamnya Malah Sembunyi

  Dibaca : 49 kali
Minta Tolong Satpam saat Dibegal, Tapi Satpamnya Malah Sembunyi
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing, korban begal begal bernama Diki dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto. (tribun)

MEDAN — Pengojek online yang satu ini terbilang beruntung. Meski ditikam begal, Diky Fadli Siregar selamat.

Ia menderita luka robek di ketiak kirinya karena hujaman pisau kawanan pelaku.

Meski sempat terluka parah, warga Jalan Kapten Muslim, Gang Keluarga I, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia sempat mengejar empat orang pelakunya.

“Saya dibegal ketika menjemput penumpang Juli 2018 lalu.

Waktu itu, saya mau ambil penumpang di Hotel Danau Toba,” kata Diky di Polrestabes Medan, Sabtu (18/8).

Ketika diadang empat pelaku, Diky refleks mendorong motornya ke arah Bank Index.

Kebetulan, lokasi kejadian berada di Jalan Perdana Medan.

“Salah satu pelaku berusaha menikam jantung saya. Namun, saya mengelak sehingga pisaunya terjatuh,” ungkap Diky.

Dalam keadaan terpojok, lelaki berusia 25 tahun ini berusaha melawan.

Namun, keempat begal tetap berusaha menikam dadanya.

“Mereka membabibuta menikam saya. Saat itulah ketiak kiri saya robek,” katanya.

Melihat korban tak berdaya, mereka pun mertampas sepeda motor korban.

Keempat pelaku yang sudah ditangkap masing-masing Darmansyah Putra Lubis alias Cinai (22),

M Juliandi Nasution alias Andre (20), Jimi Aldian alias Jimi (19), dan Ardiansyah Lubis alias Ardian (22) merampas motor Honda Beat BK 4236 AGT milik Diky.

“Saat mereka kabur, saya sempat minta tolong. Namun, satpam di sekitar lokasi malah sembunyi,” katanya.

Kebetulan, saat korban minta tolong, ada petugas Polda Sumut yang melintas.

Diky dan polisi tadi kemudian mengejar pelaku yang kabur ke arah kantor DPRD Sumut.

“Kami mengejar pelakunya sampai ke Jalan Aksara, dan Jalan Jermal.

Karena darah terus mengucur, saya kemudian pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Madani,” ungkap korban.

Pascakejadian, Diky mebuat laporan di Polsek Medan Baru.

Polisi pun membentuk tim untuk menangkap kawanan pelaku. “Setelah peristiwa ini, kawanan pelaku kembali beraksi.

Mereka kembali merampok pengojek online di Jalan Tengku Cik Ditiro pada awal Agustus 2018 kemarin,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto.

Adapun korbannya yakni Asrul Habib. Setelah kejadian, Asrul melapor ke Polsek Medan Baru.

Unit Reskrim yang menerima laporan ini kemudian menyisir Jalan Gajah Mada.

“Keempat pelaku kabur ke Jalan Masdulhak. Kala itu, salah satu pelaku bernama Ardiansyah Lubis,” ungkap Dadang.

Dari tangan tersangka Ardiansyah, disita sepeda motor Honda Vario BK 2886 AHU.

Lalu, polisi kembali melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka lainnya di Jalan Pancasila, Dusun Rambungan, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Minggu (12/8) kemarin.

“Salah satu tersangka bernama Cinai meninggal dunia saat dibawa pengembangan.

Ia berusaha melawan dan menyerang petugas dengan pisau,” terang Dadang.

Sementara itu, dua tersangka lainnya Andre dan Jimi juga ikut ditembak. Keduanya dihadiahi timah panas di bagian kaki.

“Pengungkapan ini tak terlepas dari kerja keras petugas Polsek Medan Baru.

Dari penyelidikan sementara, memang para pelaku ini merupakan residivis,” terang Dadang.

Ia mengatakan, Polrestabes Medan akan menindak tegas pelaku begal yang meresahkan masyarakat.

Katanya, pelaku begal jangan main-main di Kota Medan.

Tujuh Lokasi

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, kawanan begal yang dipimpin oleh Cinai sudah berulangkali beraksi.

Dari penyelidikan awal, keempatnya sudah tujuh kali merampok di kawasan Medan Baru.

Adapun modusnya dengan cara memepet dan merampas paksa kunci kontak motor korban.

“Tujuh lokasi yang pernah disambangi keempat tersangka ini rata-rata berada di wilayah hukum Polsek Medan Baru.

Saat beraksi, keempat pelaku tak segan-segan melukai korbannya,” ungkap Dadang, Sabtu.

Adapun wilayah yang pernah disambangi keempat pelaku yakni Jalan Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Petisah.

Kala itu, keempatnya merampok pengojek online Abnul Habib.

Lalu, Jalan Imam Bonjol Medan. Korbannya adalah Dicky Fadly, yang juga pengojek online.

Korban kehilangan motor Honda Beat BK 4236 AGT. Kemudian, di Jalan Iskandar Muda.

Pelaku merampok korbannya Muhammad Arif Ritonga. Korban kehilangan motor Yamaha Vixion.

Selanjutnya, Jalan Sudirman Medan. Korban kehilangan Honda Vario.

Lokasi lainnya yakni Jalan Avroz, Jalan Juanda dan Jalan Petula Petisah.

Masing-masing korban yangb dirampok mengalami luka tusuk di tubuh.

Karena sudah sangat meresahkan, ketika pelaku ditangkap, polisi pun bertindak tegas.

Apalagi, pimpinan begal bernama Cinai menyerang petugas hingga terpaksa ditembak mati.(tbc/mc)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional